Penyebab Perceraian Yang Paling Sering Terjadi


Apa saja penyebab perceraian? Kapan pengacara perceraian dibutuhkan? Simak penjelasan lengkapnya, di sini!

Pengacara perceraian menjadi pihak yang selalu dibutuhkan ketika terjadi masalah besar dalam rumah tangga. Kehadiran pengacara akan memudahkan proses penyelesaian gugatan hukum. Dalam kasus perceraian, seorang pengacara bertindak sebagai pendamping yang bertugas untuk mewakili dan membantu kepentingan hukum klien.


Kapan Pengacara Perceraian Dibutuhkan?

Pengacara dibutuhkan jika Anda mengalami kesulitan selama perceraian. Misalnya terjadi perselisihan mengenai harta gono gini, hak asuh anak, dan adanya unsur yang tidak sesuai hukum perkawinan. Dengan menyewa jasa pengacara, Anda tidak akan dipusingkan mengenai masalah hukum perdata.

Pengacara akan membantu Anda untuk menyelesaikan perkara hukum dengan jalan terbaik, yakni mengutamakan jalur kekeluargaan lebih dulu. Jalur hukum baru dipilih ketika jalur damai sudah tidak memungkinkan. Dengan begitu, proses perceraian tidak akan memakan waktu lama dan menghabiskan banyak dana.

Lantas, apa sebenarnya penyebab perceraian? Penyebabnya cukup banyak dan beragam. Setiap orang memiliki permasalahannya sendiri, tetapi ada sejumlah penyebab umum terjadinya perceraian. Adapun penyebab tersebut, di antaranya sebagai berikut.



1.     Tidak Cocok

Ketidakcocokan menjadi salah satu alasan terbanyak pasangan memutuskan untuk bercerai. Sebagian besar kasus ini didominasi oleh pasangan muda yang menikah di usia dini. Umumnya, mereka mengeluhkan adanya perbedaan karakter atau kebiasaan saat berpacaran dan setelah menikah. Sebagai contoh, ketika masa pacaran, pasangan merupakan sosok yang jujur, tetapi setelah menikah justru sering berbohong.

Kendati tampak sepele, nyatanya hal tersebut dapat melunturkan rasa kepercayaan dan cinta pasangan. Hal ini pun sering menyebabkan pertengkaran dan membuat suasana rumah tangga tidak nyaman.


2.     Adanya Pihak Ketiga

Penyebab perceraian selanjutnya adalah adanya pihak ketiga. Jika seorang istri atau suami menemukan pasangannya berbagi hati pada orang lain, perceraian dipilih sebagai penyelesaian terbaik. Sudah tidak adanya kecocokan, rasa cinta yang telah padam, hubungan yang tidak harmonis, dan sering terjadi pertengkaran menjadi penyebab perselingkuhan paling banyak.

Sebenarnya, kasus perceraian karena pihak ketiga atau perselingkuhan memang sangat umum terjadi di tengah masyarakat. Bahkan, penyebab perceraian ini tidak hanya menimpa kalangan biasa, melainkan juga selebritas dan pejabat.


3.     Kekerasan

Selain ketidakcocokan dan perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga pun menjadi pemicu retaknya bahtera rumah tangga. Kekerasan dalam rumah tangga bukan hal yang sepele, Anda tidak boleh membiarkan ini berlalu begitu saja.

Jika Anda mengalami kekerasan, jangan ragu untuk menyewa pengacara perceraian agar pasangan mendapatkan hukuman setimpal sesuai dengan perbuatannya. Apabila dibiarkan, tidak menutup kemungkinan suatu saat ia kembali menyakiti Anda.


4.     Masalah Keuangan

Masalah keuangan merupakan pemicu perceraian tertinggi di antara penyebab perceraian lainnya. Suami yang tidak mampu memberikan nafkah sesuai kewajibannya rentan digugat cerai oleh pasangannya. 

Kondisi ekonomi yang tidak stabil pun kerap memicu terjadinya masalah lain, seperti pertengkaran hingga perselingkuhan. Jika sudah begini, sebaiknya Anda menyewa jasa pengacara untuk membantu Anda menyelesaikan masalah rumah tangga dengan jalan terbaik.


5.     Perbedaan Visi

Perbedaan memang indah, tetapi perbedaan pun dapat menyebabkan retaknya bahtera rumah tangga. Perbedaan visi dalam rumah tangga kerap kali menimbulkan percekcokan di antara pasangan. Suasana rumah yang semula damai, berubah menjadi tidak nyaman. Anak-anak pun menjadi korban.  Alhasil, perceraian pun dipilih untuk mengakhiri pertengkaran tanpa ujung.


Jika Anda mengalami masalah di atas, Jangan sungkan untuk menghubungi kantorpengacara.co melalui telepon +62 812 9797 0522 atau email info@kantorpengacara.co. Kami siap membantu Anda dengan sepenuh hati.

Komentar