Bolehkah Suami Memberi Nafkah Orang Tua Tanpa Sepengetahuan Istri?



Suami memberi nafkah kepada orang tua tanpa sepengetahuan istri. Bagaimana menyikapi hal ini?


Saat sudah menikah, fokus kebutuhan seorang laki-laki tentu ikut berubah. Jika dulu gaji bulanan dihabiskan untuk membiayai kebutuhan pribadi dan membantu perekonomian keluarga, sekarang sudah ada istri dan anak-anak yang juga butuh dicukupi sandang, pangan, dan papannya.





Biasanya karena merasa sudah kewajiban untuk membanu orang tua, anak laki-laki akan membagi penghasilan untuk dua pos: kebutuhan keluarga dan biaya hidup orang tuanya sendiri. Soal pemberian nafkah kepada orang tua ini, ada banyak pendapat di masyarakat:





-          Tidak masalah selama pasangan mengetahui
-          Tidak masalah pasangan tidak tahu asal jumlahnya wajar dan tak mengganggu finansial rumah tangga
-          Tidak perlu izin istri karena uang yang diberikan adalah penghasilan sendiri









Soal Memberi Nafkah Orang Tua tanpa Izin Istri

Nah, kali ini kita akan mengupas sedikit lebih lengkap mengenai boleh tidaknya memberikan nafkah kepada orang tua tanpa seizin dan sepengetahuan istri. Di sekitar kita nyatanya masih banyak laki-laki yang memberi uang kepada orang tuanya secara sembunyi-sembunyi.



Umumnya mereka beralasan kalau hal tersebut bukan masalah dan merupakan bentuk terima kasih sekaligus tanggung jawab anak kepada orang tua yang sudah merawatnya sejak kecil dengan penuh kasih sayang. Tentu tidak ada yang salah dari kebiasaan ini. Hanya caranya yang sedikit keliru.



Menikah artinya Anda bersedia untuk senantiasa terbuka kepada istri soal apa pun, termasuk dalam urusan finansial dan memberi bantuan nafkah untuk orang tua. Selain itu, prinsip “berat sama dipikul ringan sama dijinjing” juga berlaku dalam pernikahan. Jika salah satu mengalami kesulitan, maka yang lain wajib membantu.



Memberi nafkah kepada orang tua secara diam-diam dan tanpa sepengetahuan istri mungkin bagi sebagian orang adalah persoalan sepele. Namun, Anda perlu berhati-hati karena hal ini bisa menyebabkan istri merasa tersinggung dan dibohongi jika dirinya tahu di kemudian hari—apalagi jika istri tahu dari orang lain.



Jika tak diatasi dengan baik, bukan tidak mungkin istri akan merasa marah dan benci kepada orang tua Anda karena sudah menerima uang dari Anda secara diam-diam. Nah, permasalahan berlarut seperti ini lama-kelamaan tentu akan memicu konflik. Kemungkinan yang paling buruk adalah: istri sudah tak percaya lagi kepada Anda.



Saat kepercayaan istri sudah rusak, bukan tak mungkin ia akan menjadi lebih curiga lagi kepada Anda dalam hal-hal lain. Bayangkan, betapa tak menyenangkannya memiliki rumah tangga yang penuh curiga dan prasangka.








Bagaimana Aturan Pemberian Nafkah kepada Orang Tua?

Biasakan untuk selalu bersikap terbuka kepada istri dalam urusan apa pun, terutama soal keuangan. Bagaimanapun perkara finansial adalah sesuatu yang sensitif. Jika memang Anda berniat untuk membantu orang tua, jangan ragu untuk menyampaikannya secara terbuka kepada istri.



Selalu ada 2 kemungkinan untuk hal yang satu ini: istri memperbolehkan dengan senang hati atau istri keberatan. Nah, jika istri sedikit keberatan Anda membagi penghasilan untuk orang tua, berikan pengertian padanya secara pelan-pelan, atau diskusikan bersama-sama bagaimana cara terbaiknya. Misal dengan menentukan jumlah uang yang diberikan, seberapa sering, dan semacamnya.




Percayalah, kebiasaan terbuka kepada pasangan mengenai apa pun akan membuatnya merasa dihargai. Istri pun akan menjadi semakin cinta kepada Anda. Dengan begitu, konflik antara menantu dan mertua pun bisa dihindari sebaik mungkin.



Ingin mengajukan pertanyaan mengenai hukum keluarga? Jangan sungkan untuk menghubungi kantorpengacara.co melalui telepon +62 812 9797 0522 atau email info@kantorpengacara.co. Kami siap membantu Anda dengan sepenuh hati.

Komentar