Ada sejumlah faktor yang memengaruhi cepat-lambatnya proses
perceraian. Simak beberapa tips mempercepat proses perceraian di bawah ini.
Perceraian
tak hanya menguras mental dan emosi penggugat dan tergugatnya. Terkadang,
proses perceraian berjalan dengan alot dan memakan waktu yang cukup lama.
Alhasil, hubungan antara suami-istri yang menjalani proses tersebut dapat
semakin buruk dan justru berpengaruh pada mental anak-anaknya.
Proses
perceraian yang memakan waktu lama biasanya disebabkan oleh sulitnya menemukan win-win solution bagi suami-istri.
Ditambah lagi dengan ego masing-masing pihak yang kadang sulit untuk ditengahi.
Namun, proses perceraian bisa berjalan lancar dan sesuai dengan harapan jika
pihak suami-istri mau menjalani prosedur pengadilan serta memiliki alasan
perceraian yang dapat diterima. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mengurus perceraian secara cepat, di
antaranya:
Perkuat alasan perceraian
Hakim bisa
saja menolak gugatan cerai jika alasan yang dikemukakan penggugat dinilai tidak
sesuai dengan peraturan undang-undang.
Perbedaan prinsip, jenuh dengan
pasangan, dan perselisihan bukan alasan yang kuat untuk dapat diterima
pengadilan. Beberapa alasan perceraian yang dapat diterima pengadilan sesuai
Kompilasi Hukum Islam Pasal 116 dan Pasal 39 Ayat 1 UU No. 1/1974 meliputi:
·
Suami atau istri terbukti melakukan tindak aniaya, zina,
mabuk-mabukan, atau judi yang memengaruhi kehidupan rumah tangga.
·
Suami atau istri pergi selama dua tahun berturut-turut tanpa
alasan yang jelas.
·
Suami atau istri dikenai sanksi hukum atau penjara selama lima
tahun.
·
Suami atau istri terbukti melakukan kekerasan secara fisik maupun
non-fisik yang mengancam nyawa atau mengakibatkan kecacatan.
·
Suami atau istri tidak dapat melaksanakan kewajiban karena
keterbatasan fisik.
·
Terjadi pertengkaran terus-menerus tanpa menemui jalan keluar.
·
Suami secara sengaja melanggar shigat taklik talak sesuai yang
diucapkan saat ijab kabul.
·
Suami atau istri telah berpindah agama yang menyebabkan hubungan
rumah tangga tidak harmonis.
Buat surat gugatan atau permohonan cerai dengan benar
Kesalahan
dalam pembuatan surat permohonan juga berpengaruh terhadap lamanya proses
perceraian.
Jika terjadi kesalahan teknis atau prosedural dalam pembuatan
surat, pihak pengadilan dapat menolak permohonan dan meminta penggugat untuk
memperbaikinya.
Oleh karena
itu, pastikan Anda membuat surat permohonan dengan teliti, hindari kesalahan
ketik, pencantuman identitas, serta kesalahan penulisan gugatan agar proses
perceraian dapat berjalan lancar.
Anda dapat menghubungi Pusat Bantuan Hukum
Pengadilan Agama di wilayah tempat tinggal Anda untuk mendapatkan informasi
seputar prosedur pembuatan surat permohonan perceraian.
Sidang tidak dihadiri pemohon atau termohon
Majelis
hakim dapat langsung mengabulkan permohonan cerai jika salah satu pihak, baik
pemohon (yang menggugat cerai) atau termohon (yang diguat cerai) tidak pernah hadir
dalam persidangan sekalipun salah satu pihak sudah diberikan surat pemberitahuan
dari pengadilan. Dalam dunia hukum, pengabulan gugatan cerai dengan kondisi
tersebut dinamakan verstek.
Meskipun
hakim dapat mengabulkan gugatan cerai pada sidang pertama, biasanya pihak
pengadilan akan memanggil termohon sebanyak dua atau tiga kali. Jika sampa
pemberitahuan ketiga pihak termohon masih tidak datang ke persidangan, hakim
dapat langsung mengabulkan tuntutan pemohon.
Sebaliknya,
jika pihak termohon dan pemohon menghadiri persidangan, proses perceraian pun
dapat berlangsung lebih lama. Kedua belah pihak yang terlibat akan diwajibkan
mengikuti prosedur atau tahapan khusus dari pengadilan, seperti proses mediasi,
replik, duplik pembuktian dan masih banyak lagi.
Ingin mengajukan pertanyaan lain? Jangan sungkan untuk menghubungi kantorpengacara.co melalui telepon +62 812 9797 0522 atau email info@kantorpengacara.co. Kami siap membantu Anda dengan sepenuh hati.

Komentar
Posting Komentar